cPanel Error: Allow users to park subdomains of the server’s hostname

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Mendapatkan pesar error dari cpanel “Allow users to park subdomains of the server’s hostname” ketika akan addons domain ? hal tersebut disebabkan karena hostname server menggunakan subdomain yang domain utamanya berada pada salahsatu account cpanel. Misalnya hostname servernya serverku.cpanelku.net maka ketika kita menambahkan addons domain pada account cpanel domain cpanelku.net akan muncul error tersebut,

Berikut untuk antisipasi hal tersebut:

Pada WHM menu Server Configuration -> Tweak Settings kemudian ubah opsi Allow users to park subdomains of the server’s hostname menjadi ON kemudian SAVE.

Silakan dicoba kembali addons domainnya ..

Engintron: cPanel/WHM Nginx Plugin

Selain plugin nginx admin yang pernah dibahas pada tulisan sebelumnya (Cara Install Nginx Admin di cPanel), kini akan coba dibahas cara instalasi untuk plugin serupa yakni Engintron.

Engintron for cPanel/WHM is the easiest way to integrate Nginx on your cPanel/WHM server. Engintron will improve the performance & web serving capacity of your server, while reducing CPU/RAM load at the same time. It does that by installing & configuring the popular Nginx webserver to act as a reverse caching proxy for static files (like CSS, JS, images etc.) with an additional micro-cache layer to significantly improve performance of dynamic content generated by CMSs like WordPress, Joomla or Drupal as well as forum software like vBulletin, phpBB, SMF or e-commerce solutions like Magento, OpenCart, PrestaShop and others.

Engintron memiliki fitur yang cukup banyak dibanding nginx admin dan fitur GUI yang lebih fresh.

Cara instalasi dari Engintron pun cukup mudah yaitu dengan menjalankan perintah dibawah ini melalui console/terminal:

cd /; rm -f engintron.sh; wget --no-check-certificate https://raw.githubusercontent.com/engintron/engintron/master/engintron.sh; bash engintron.sh install

Proses instalasi cukup lama karena paket-paket yang diinstall itu langsung didownload dan di compile pada saat menjalankan perintah diatas. Selain itu ada beberapa paket tambahan untuk fitur monitoring dll.

Untuk melakukan uninstall Engintron jalankan perintah dibawah ini:

$ cd /
$ bash engintron.sh remove

Catatan: Apabila sebelumnya telah terinstall nginx admin, pastikan lakukan uninstall terlebih dahulu.

Selamat mencoba ..

Regenerate Free cPanel-signed Certificate

Mulai dari cPanel/WHM versi 56 ada fitur free SSL untuk hostname dan service sehingga nantinya bisa menggunakan versi secure untuk login ke WHM maupun cpanel tanpa ada warning browser karena sudah menggunakan external SSL Certificate tersebut. Selain itu SSL ini juga bisa digunakan oleh service yang lain seperti EXIM (SMTP), POP3/IMAP dan FTP.

Pada beberapa kasus ada yang tidak secara otomatis mendapatkan fitur tersebut, misalnya server/vps tidak menggunakan hostname yang valid dan tentunya license cPanelnya dalam keadaan aktif. Berikut cara untuk melakukan generate ulang dari Free cPanel-signed Certificate :

Cara Pertama

  1. Pastikan hostname valid, buatkan A record untuk hostname server/vps;
  2. Setelah point pertama selesai, lakukan force update via WHM atau console.

Cara Kedua

  1. Pastikan hostname valid, buatkan A record untuk hostname server/vps;
  2. Jalankan perintah dibawah ini untuk melakukan proses regenerate Free cPanel-signed Certificate:
/usr/local/cpanel/bin/checkallsslcerts --allow-retry --verbose

Setelah proses berhasil, anda bisa mencoba login ke WHM dengan format https misalnya https://server.namadomain.com:2087 atau cpanel dengan port secure 2083 atau webmail dengan port secure 2096

Tambahan: anda bisa aktifkan always redirect to ssl via tweak setting apabila menginginkan semua akses ke WHM, Cpanel dan Webmail ke versi secure.

Selamat mencoba ..

WHM: Error 500 No response from subprocess (whostmgr (whostmgr))

Ada beberapa kasus yakni beberapa fitur WHM tidak bisa diakses dikarenakan service whostmgr tidak running sempurna. Biasanya pesan errornya kurang lebih seperti dibawah ini:

500 No response from subprocess (whostmgr (whostmgr)): The subprocess exited with status 127 (EKEYEXPIRED)

atau

=======
Internal Server Error

500

No response from subprocess (php): subprocess was killed with signal 25
cpsrvd/11.42.1.23 Server at *namadomain*
=======

Setelah dilakukan pengecekan pada log errornya ternyata hal tersebut disebabkan karena adanya duplikasi dari paket RPMs yang ada disisi server.

Hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan autorepair pada server dengan cara menjalankan perintah dibawah ini lewat console/ssh:

/usr/local/cpanel/scripts/autorepair fix_duplicate_cpanel_rpms

setelah proses diatas selesai, lakukan force update:

/usr/local/cpanel/scripts/upcp --force

 

Semoga membantu ..

PHP Warning: MySQL/MariaDB Headers and client library minor version mismatch

Mungkin anda dikejutkan dengan membengkaknya file error_log, atau bahwa dipusingkan dengan munculnya pesan error atau bahkan webnya tidak bisa diakses sama sekali/error.

Beberapa pesan error diantaranya:

PHP Warning: mysqli::real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:100020 Library:100106

atau

PHP Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:100020 Library:100106 in /home/username/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1489

hal ini besar kemungkinan driver mysql yang tidak cocok dengan versi php yang digunakan.

Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan cara ganti driver dari mysql/mysqli menjadi mysqlnd. Bagi pelanggan Teamworks Indonesia yang memiliki fitur PHP Selector dari Cloudlinux, hal ini bisa dilakukan dengan mudah yaitu:

  1. Login cPanel,
  2. Pilih menu Select PHP Version,
  3. Aktifkan/Ceklist opsi untuk mysqlnd, nd_mysql dan nd_mysqli

Untuk pengguna cPanel yang tidak menggunakan Cloudlinux bisa dengan cara trik berikut:

  1. Edit file: /var/cpanel/easy/apache/rawopts/all_php5
  2. Tambahkan : –with-mysqli=mysqlnd
  3. Kemudian lakukan recompile Easy Apache

Semoga Membantu ..

TIPS: mysqldump error #1557

Error ini ditemukan atau terjadi apabila ada kegagalan proses pada saat upgrade MySQL atau MariaDB.

Error lengkapnya kurang lebih seperti dibawah ini:

mysqldump: Couldn't execute 'show events': Cannot proceed because system tables
     used by Event Scheduler were found damaged at server start (1577)

Tips untuk mengatasi hal ini bisa dengan cara melakukan force upgrade dengan perintah:

mysql_upgrade -u root -h localhost -p --verbose --force

Setelah itu lakukan restart pada service mysql

Selamat mencoba ..

Cara Setting Custom Domain Blogspot

Blogspot merupakan salah satu CMS website yang lumayan populer di kalangan para pengguna internet.

Rata-rata mereka menggunakannya untuk membuat website jenis blog ataupun berita.

Kalau boleh dibilang, Blogspot merupakan saingannya WordPress jika dilihat dari banyaknya pengguna.

Pihak Blogger, yang punya Blogspot, mengijinkan kita membuat website menggunakan resource hosting milik mereka dan menggunakan platform blog yang mereka buat. Sehingga kita pun juga bisa mendapatkan akun dengan subdomain yang mengikuti alamat blogspot. Contoh: namaanda.blogspot.com.

Nah, seperti halnya WordPress, kita pun bisa membuat custom domain di Blogspot supaya alamat website atau domain bisa terlihat lebih apik. Yakni dengan mengganti alamat domain Blogspot dengan domain berbayar berekstensi .com .net .org .info dan lain-lain.

Lalu, bagaimana cara setting custom domain Blogspot ini?

  1. Sesuaikan NAMESERVER di panel domain.
  2. Lakukan setting CNAME di panel domain.
  3. Setting custom domain di akun BLOGGER atau BLOGSPOT.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk mengarahkan domain Blogspot. Kita menggunakan A RECORD untuk mengarahkan IP, dan CNAME untuk mengarahkan subdomain (www). Dan untuk melakukan itu semua, kita harus menggunakan fitur DNS MANAGEMENT yang sudah diberikan oleh pihak penyedia domain.

Perlu diingat, tampilan domain panel dan DNS Management pada masing-masing penyedia domain mungkin bisa saja berbeda. Namun pada prinsipnya sama. Jadi pelan-pelan saja dalam mengikuti langkah-langkah berikut, dan jangan ragu untuk menanyakan pada pihak penyedia domain.

Sesuaikan NAMESERVER di Panel Domain

Berdasarkan pengalaman saya, kegagalan setting custom domain Blogspot biasanya karena lupa menyesuaikan nameserver domain kita. Nameserver merupakan alamat server yang menjadi rujukan pointing suatu domain dan diarahkan ke suatu alamat IP Address tertentu.

Pastikan Anda menyesuaikan nameserver ini sesuai dengan nameserver registrar domain dimana Anda beli domain. Jika Anda membeli domain di Teamworks Indonesia, maka settingan alamat nameserver tidak lagi:

  • ns1.ti-server.net
  • ns2.ti-server.net
  • ns3.ti-server.net
  • ns4.ti-server.net

Namun akan berganti menjadi untuk Stargate/UK2:

  • teamworksindonesia.earth.orderbox-dns.com
  • teamworksindonesia.mars.orderbox-dns.com
  • teamworksindonesia.mercury.orderbox-dns.com
  • teamworksindonesia.venus.orderbox-dns.com

atau untuk ResellerID :

  • teamworksid.earth.orderbox-dns.com
  • teamworksid.mars.orderbox-dns.com
  • teamworksid.mercury.orderbox-dns.com
  • teamworksid.venus.orderbox-dns.com

Cara melakukan setting nameserver ini bisa Anda lakukan langsung melalui Panel Domain http://domain-tld.teamworks.co.id/customer untuk Stargate/UK2 dan domain-tld2.teamworks.co.id/customer untuk ResellerID, bagian Name Servers.

Setting CNAME di Domain Panel

Langkah pertama, adalah dengan melakukan penambahan Cname dan mengisikan hostname dengan ghs.google.com.

  1. Login ke domain panel
  2. Cari fitur Manage DNS
  3. Pilih menu Cname pada manage DNS, buat satu kolom baru, dan masukkan www di bagian value / hostname. Kemudian isi address dengan => ghs.google.com
  4. Add Record.

Langkah kedua, adalah mengarahkan IP domain ke server Google.

  1. Pilih menu A Record pada manage DNS atau fitur DNS Management
  2. Masukkan server IP milik Google berikut pada kolom “Destination IP” (IP tujuan)
    216.239.32.21
    216.239.34.21
    216.239.36.21
    216.239.38.21
  3. ZONE RECORD TYPE A 1
    klik Add A Records
    a. Pada Host Name kosongkan saja
    b. Value: 216.239.32.21
    c. Klik Add Record. Selesai.
  4. ZONE RECORD TYPE A 2
    klik Add A Records
    a. Pada Host Name kosongkan saja
    b. Value: 216.239.34.21
    c. Klik Add Record. Selesai.
  5. ZONE RECORD TYPE A 3
    klik Add A Records
    a. Pada Host Name kosongkan saja
    b. Value: 216.239.36.21
    c. Klik Add Record. Selesai.
  6. ZONE RECORD TYPE A 4
    klik Add A Records
    a. Pada Host Name kosongkan saja
    b. Value: 216.239.38.21
    c. Klik Add Record. Selesai.
  7. Kemudian save setting.

 

Setting Custom Domain di Blogger

Langkah pertama, setting di Blogger:

  1. Login / masuk ke Blogger.com
  2. Klik Setelan -> Dasar
  3. Pada Alamat Blog -> Tambahkan domain khusus -> Alihkan ke setelan lanjutan
  4. Pada “Setelan lanjutan” masukkan nama domain anda. Contoh: namaanda.com
  5. Klik Simpan.
  6. Ada pesan error berikut (atau serupa): “Kami tidak dapat memverifikasi otoritas Anda untuk domain ini … dst dst ..”
  7. Di bawah pesan tersebut ada dua kode token dari Blogger, yang satu pendek seperti ini “0hwb3vaq64se”, yang satunya lebih panjang seperti ini “gv-2olpsueg6sltaq54xx6v4ovwgcgelpxv5t27cjhrhqxvdpoyc7fa.
    domainverify.googlehosted.com”
  8. Jangan ditutup dulu setelan ini.
  9. Sekarang masuk lagi ke domain panel Anda dan ikuti panduan selanjutnya.

Langkah kedua, setting kembali di Domain Panel:

  1. Klik DNS Management -> klik Manage DNS
  2. Klik CNAME Records -> klik Add CNAME Records
  3. Isi kotak isian CNAME Record sebagai berikut:
    – Pada Host Name: isi dengan kode dari Blogger yang lebih pendek. Contoh: “gbzk3vaq64se”
    – Pada Value: isi dengan kode dari blogger.com yang lebih panjang. Contoh: “gv-2olpsueg6sltaq54xx6v4ovwgcgelpxv5t27cjhrhqxvdpoyc7fa.
    domainverify.googlehosted.com”

    – Klik Add Record.

NB: Lebih jelasnya, bisa lihat di gambar DNS Management.

Langkah ketiga, masuk kembali ke Blogger:

  1. Masuk/login ke blogger.com
  2. Klik Setelan -> Dasar
  3. Pada “Setelan lanjutan” -> klik Simpan
  4. Selesai.

Sampai di sini, proses menghubungkan domain sendiri dengan Blogspot sudah selesai. Setidaknya akan membutuhkan waktu beberapa jam hingga 24 jam untuk resolving DNS dan masa propagasi  (update setting baru). Sehingga kemungkinan domain tidak bisa langsung digunakan begitu saja.

Ini penting! Jika sudah berhasil terhubung, akan muncul opsi pengalihan domain dari non-www ke www pada dashboard blogger. Centang / pilih opsi tersebut, karena custom domain blogspot hanya bisa diakses dengan awalan “www”.

Okay, mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Jika dirasa artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan.

Semoga berhasil ya..

Cara Install Cpanel/WHM di Centos

Install cPanel bisa dilakukan dengan mudah terlebih diinstall pada VPS karena sudah banyak yang menyediakan single click untuk install cPanel atau bahkan sudah berupa image/iso.

Berikut langkah-langkah instalasi cpanel yang bisa diimplementasikan pada Dedicated Server maupun Virtual Private Server.

Kebutuhan Minimal

  • Sangat direkomendasikan menggunakan OS Centos  64 bit.
  • Sangat direkomendasikan menggunakan ext filesystem (misalnya : ext2, ext3, or ext4).
  • Minimal menggunakan  processor 266 MHz, RAM 512 MB (dianjurkan RAM 1GB atau lebih untuk account lebih dari satu atau kebutuhan aplikasi/web yang tinggi), dan 10GB Harddisk (dikondisikan dengan kebutuhan).

PERSIAPAN

Apabila kebutuhan minimal diatas sudah dirasa terpenuhi, langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan sebelum instalasi cPanel dilakukan.

Akses Server/VPS

Akses bisa dengan cara remote SSH (putty di Windows) atau terminal (Linux) atau bisa juga menggunakan VNC (beberapa provider vps aktifkan VNC).

Matikan Default Firewall

Untuk menghindari adanya default rule iptables yang menganggu interkoneksi, disarankan untuk mematikan terlebih dahulu firewall

chkconfig iptables off
service iptables stop

Cek Update

Lakukan proses pengecekan update software/system/kernel untuk mendapatkan update terbaru dari OS yang digunakan.

yum update

Lisensi cPanel

cPanel memberikan lisensi ujicoba/Trial untuk IP yang belum pernah menggunakan cPanel, sehingga apabila sebelumnya IP yang digunakan telah menggunakan cpanel sebelumnya maka anda harus terlebih dahulu membeli lisensi cPanel. Untuk mengetahui apakah IP yang digunakan telah menggunakan cPanel atau belum, bisa dilakukan pengecekan di http://verify.cpanel.net/

INSTALASI CPANEL

Terlebih dahulu pastikan bahwa Perl telah terinstall atau Perl telah menggunakan versi terbaru.

yum install perl

Pastikan wget telah terinstall

yum install wget

Jalankan perintah dibawah ini secara berurutan:

  • cd /home
  • wget -N http://httpupdate.cpanel.net/latest
  • sh latest

Proses instalasi memang akan membutuhkan waktu yang cukup lama, beberapa faktor yang mempengaruhinya adalah spesifikasi Server/VPS dan interkoneksi (bandwidth) dengan server cPanel. Saat Tutorial ini dibuat, belum ada mirror cPanel di IIX sehingga untuk server yang berada di IIX dengan keterbatasan bandwidth internasional tentu akan memakan waktu yang cukup lama dibanding dengan server yang berada di Luar Negeri.

Apabila koneksi remote ssh anda terputus, proses instalasi tetap berjalan dan bisa dimonitor dari log instalasinya dengan cara:

tail -f /var/log/cpanel/cpanel-install.log

Pada proses instalasi cPanel, server akan langsung diinstall beberapa software yakni Apache, PHP dll. Khusus untuk Apache dan PHP bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan setelah cPanel terinstall melalui tools EasyApache.

AKSES WHM

Setelah proses instalasi selesai (berhasil/tidak gagal), secara default WHM (Web Host Manager) bisa diakses dengan menggunakan URL https://IP-SERVER:2087

Hapus Antrian Email/Mail Queues Lewat Console

Mail Queues atau antrian email sampah/spam/junk yang banyak tentu akan memakan waktu banyak untuk menghapusnya.

Untuk jumlah dibawah 1000 bisa lebih mudah menggunakan plugin dari CMQ dari Configserver, namun apabila jumlahnya sudah ratusan ribu maka plugin akan mengalami timeout.

Berikut adalah cara menghapus antrian email melalui ssh/terminal/console:

1. Pastikan anda menggunakan akses root

2. jalankan perintah dibawah ini secara berurutan

cd /var/spool/exim
find input -type f -exec rm -rf {} \;
find msglog -type f -exec rm -rf {} \;
service exim restart

semoga membantu ..

Cara Install CageFS pada CloudLinux

Setelah Server/VPS dipastikan menggunakan CloudLinux, maka langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi beberapa fitur yang wajib ditambahkan pada server. Bagi yang masih menggunakan Centos, konversi ke CloudLinux bisa dilakukan melalui link berikut : http://blog.teamworks.co.id/cara-convert-centos-ke-cloudlinux.html

Beberapa fitur wajib yang dimaksud adalah:

  • CageFS
  • MySQL Governor
  • PHP Selector
  • Apache mod_lsapi (cPanel, Directadmin)
  • Optimum Cache

Pada tulisan kali ini, akan dibahas tentang instalasi CageFS. Bisa diimplementasikan pada cPanel dan Directadmin Server.

Berikut langkah-langkahnya:

# yum install cagefs -y
# /usr/sbin/cagefsctl --init

pastikan proses berjalan sampai selesai, dan untuk selanjutnya khusus pengguna cPanel web interface CageFS bisa ditemukan pada WHM.

CageFS akan membuat skeleton directory dengan ukuran kurang lebih 7GB pada folder/partisi /usr/share. Apabila folder/partisi /usr/share tidak mencukupi maka bisa dibuat symlink. Misalnya diarahkan ke /home/cagefs-skeleton maka bisa dilakukan dengan perintah dibawah ini:

# mkdir /home/cagefs-skeleton
# ln -s /home/cagefs-skeleton /usr/share/cagefs-skeleton

Selamat mencoba ..